Siapa di sini yang laptopnya kalau pagi dipakai online meeting, siang lanjut mengerjakan laporan, sore harus membuka beberapa tab sekaligus untuk riset, lalu malamnya laptop masih harus diajak menyelesaikan revisi atau mengedit konten?
Dengan tugas seberat itu, rasanya memilih laptop sekarang tidak cukup kalau hanya dengan melihat prosesor, kapasitas RAM, atau besar penyimpanannya saja. Kita juga harus memperhatikan ketahanan baterai dan laptop itu sendiri, untuk mengantisipasi laptop terkena guncangan dan benturan saat digunakan secara mobile.
Karena itu lah, ketika event Creator Gathering Surabaya dengan tema No.1 Quality & Service berlangsung, ada 2 hal menarik yang disajikan oleh ASUS. Pertama adalah booth durability test di mana tim ASUS mengajak peserta melihat langsung bagaimana laptop dengan desain elegan yang mereka hadirkan diuji untuk membuktikan ketahanannya dari benturan dan tekanan. Dan kedua adalah booth Pick Your Vibe yang justru terasa lebih playful dengan jajaran laptop elegan dan aksesori dalam berbagai pilihan warna.

Dua perbandingan ini seakan menunjukkan satu pesan sederhana: laptop yang bagus bukan hanya soal kuat dan bertenaga, tetapi juga harus bisa mengikuti kebutuhan sekaligus karakter penggunanya.
Pada Event Creator Ghatering di Surabaya pada 10 September 2026, ASUS memperkenalkan new gen series Vivobook dan Zenbook yang telah berinovasi dengan adanya ekosistem AI, military grade durability MIL-STD 810H, sekaligus pembaruan layanan after service yang dihadirkan untuk penggunanya.
Dengan ASUS, Inovasi Upgrade Terus!
Bagi saya, bagian menarik dari konsep No. 1 Quality & Service justru bukan hanya tentang komitmen ASUS dalam mengembangkan laptop yang semakin canggih, tapi juga bagaimana mereka memperhatikan pengalaman pengguna dengan menghadirkan ASUS Vivobook 14 series yang bisa kita pilih sesuai vibe dan karakter, sampai dengan adanya layanan servis yang memanjakan bagi pengguna laptop ASUS.
Yap! ASUS saat ini memiliki 141 titik service center resmi dengan jangkauan 90+ kota di Indonesia. Dan untuk lini tertentu yang memenuhi syarat, ASUS juga memberikan hingga 3 tahun Garansi Internasional dan 3 tahun ASUS VIP Perfect Warranty.

Tapi perlu diketahui ya, durasi perlindungan tersebut tidak otomatis berlaku sama untuk semua model laptop ASUS. Untuk produk yang diaktivasi mulai 1 Januari 2026, misalnya, lini Zenbook, Vivobook S, Vivobook Flip, Vivobook Pro, dan ProArt mendapatkan periode hingga tiga tahun, sementara beberapa lini lain memiliki periode berbeda sesuai ketentuan produk.
That’s why, selain memperhatikan kualitas hardware, saat membeli laptop, layanan after sales juga penting untuk dipertimbangkan. Karena percuma laptop tangguh kalau layanan after sale-nya sulit, kan? Jadi pastikan jaringan servis dan perlindungan yang diberikan sesuai dengan perangkat yang digunakan dan yang dibutuhkan oleh penggunaannya.

No. 1 Quality & Service
ASUS tidak hanya menjelaskan durability melalui presentasi, tetapi menghadirkannya dalam bentuk demonstrasi di mana laptop ASUS diuji berdasarkan standar US MIL-STD 810H. Rangkaian pengujian tersebut mencakup kondisi seperti guncangan hingga ketahanan terhadap tekanan beban dengan berat maksimal 100kg.
Dari sisi teknologi, ASUS menghadirkan ekosistem AI dengan memanfaatkan NPU atau Neural Processing Unit untuk menangani beban kerja AI secara lebih khusus dan efisien. Beberapa perangkat ASUS terbaru bahkan menawarkan kemampuan NPU hingga puluhan TOPS, sementara standar Copilot+ PC Microsoft mensyaratkan NPU dengan kemampuan setidaknya 40 TOPS.

Salah satu ekosistem yang dihadirkan adalah ASUS Virtual Assistant OMNI, asisten AI yang dapat membantu meringkas dokumen, mentranskripsikan rekaman atau percakapan, serta menjawab pertanyaan berdasarkan isi file, termasuk ketika digunakan secara offline pada perangkat yang mendukungnya.
Kemudian ada ASUS Zenni Claw AI, yang membawa konsep AI satu langkah lebih jauh. Jika chatbot umumnya hanya bisa memberikan jawaban, Zenni Claw AI dirancang untuk memahami tujuan pengguna, menyusun langkah, dan menjalankan workflow multi tahap melalui ASUS Skills. Beberapa task yang dapat dilakukan dengan Zenni Claw AI adalah menyusun workflow pekerjaan, perencanaan perjalanan, hingga membuat to do list aktivitas sehari-hari. Zenni Claw AI juga menggunakan pendekatan local-cloud sehingga pemrosesan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan perangkat.
Untuk pengguna kreatif, ekosistem AI ASUS juga mencakup aplikasi seperti MuseTree dan StoryCube. MuseTree merupakan aplikasi generative AI untuk membantu menghasilkan dan mengembangkan ide visual, sedangkan StoryCube membantu mengelola dan mengorganisasi aset foto maupun video dengan bantuan AI.

Pick Your Vibe With ASUS!
Nah, setelah berbicara soal ketangguhan dan teknologi, bagian yang paling saya sukai adalah spot Pick Your Vibe yang dihadirkan oleh ASUS, yang menurut saya sangat penting karena bisa menjadi mood booster saat bekerja.
Karena selain memiliki spesifikasi tinggi dan performanya mampu mengikuti pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari, desain laptop ASUS Vivobook dengan warna-warna elegan juga bisa membuat kita lebih semangat bekerja.
Untuk pekerja yang membutuhkan perangkat praktis sekaligus memiliki sentuhan personal, ada ASUS Vivobook 14 (A/M1407). Laptop ini tersedia dalam pilihan Platinum Gold, Quiet Blue, dan Cool Silver, dengan opsi prosesor Intel, AMD, maupun Snapdragon sehingga pengguna dapat memilih konfigurasi sesuai kebutuhan.
Sementara itu, untuk pelajar dan mahasiswa yang lebih sering berpindah tempat, ASUS Vivobook Go 14 (E1404) bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana. ASUS menempatkannya sebagai laptop untuk pelajar yang ringan dan ringkas, dengan pilihan warna Green Grey, Cool Silver, dan Mixed Black.

Buat yang membutuhkan perangkat dengan fleksibilitas lebih tinggi, ada pula ASUS Zenbook DUO. Laptop ini membawa dua layar sentuh OLED dalam satu perangkat, lengkap dengan kickstand dan keyboard Bluetooth, sehingga dapat digunakan dalam beberapa mode seperti Dual Screen, Desktop, Laptop, dan Sharing Mode. Pada model Zenbook DUO terbaru, ASUS juga menghadirkan desain dual-screen yang dapat dibentangkan rata untuk berbagi tampilan.
Jadi, perangkat ini bukan hanya menarik untuk multitasking, tetapi juga memberikan fleksibilitas ketika ingin bekerja dengan tampilan layar yang lebih luas layaknya laptop atau dengan mode layar minimalis seperti tablet saja.
Nah, agar kita bisa bekerja dengan gaya yang match dengan vibe kita, ASUS juga menghadirkan Marshmallow Keyboard KW100 dan Marshmallow Mouse MD100. Keduanya hadir dengan koneksi nirkabel, desain ringkas, tombol silent, serta pilihan warna pastel seperti Lilac Mist Purple, Quiet Blue, dan Sage Green.

Let’s Pick Your Vibe With ASUS! Inovasi Quality & Service Upgrade Terus!
Setelah melihat langsung berbagai inovasi ASUS di event ini, dapat dikatakan bahwa konsep Pick Your Vibe sebenarnya bukan hanya tentang memilih laptop berdasarkan warna. ASUS mencoba mempertemukan dua hal yang sebelumnya sering dianggap harus dipilih salah satu: performa atau gaya. Padahal, kenapa harus memilih? Laptop bisa saja tampil cantik dan sesuai karakter penggunanya, tetapi tetap perlu memiliki ketahanan yang mendukung mobilitas.
Di sisi lain, AI juga semakin menjadi bagian dari ekosistem laptop ASUS. Kehadiran NPU, Copilot+ PC pada new gen laptop Vivobook series, ASUS Virtual Assistant OMNI, Zenni Claw AI, MuseTree, hingga StoryCube menunjukkan bahwa AI tidak lagi ditempatkan sebagai fitur tambahan semata, tetapi mulai menjadi bagian dari cara kita bekerja dan berkarya.
Jadi saat ini, memilih laptop bukan hanya soal RAM, prosesor, dan kapasitas penyimpanan saja. Karena yang paling penting adalah menemukan laptop yang vibe-nya cocok, performanya mampu mengikuti aktivitas hectic kita, cukup tangguh untuk diajak menjalani hari, dan punya layanan yang membuat kita merasa lebih tenang dalam jangka panjang.
So, Let’s pick your vibe with ASUS! Dan rasakan pengalaman bekerja dengan gaya melalui quality, service, performance, dan style yang dihadirkan oleh brand laptop terbesar di Indonesia ini!
